Kamis, 22 September 2011

7 Tips Untuk Membangun Kepercayaan diri Anak Anda

Berikut ini salah satu dari sekian banyak nasihat yang Anda pernah mengetahuinya:"seorang anak yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi adalah lebih mungkin menjadi sukses dalam hidup, lebih cenderung disukai dalam hidup, dan lebih mungkin menjadi bahagia dalam hidup". 
Bukankah itu yang Anda inginkan untuk anak anda...?

Berikut adalah 7 tips untuk membangun kepercayaan diri pada anak Anda:

1 - Selalu memuji anak Anda untuk hal-hal dia benar. Bahkan sampai hal-hal kecil sekalipun, buat seolah-olah menjadi penting dan biarkan dia tahu bahwa dia melakukannya dengan baik. jangan justru malah melemahkannya.


2 - Percayakan anak Anda untuk melakukan sesuatu. Bahkan jika dia kita anggap tidak cukup siap untuk melakukan tugas-tugas tertentu, membantunya membuat memulai dan jangan khawatir jika yang dilakukannya itu belum mendapatkan hasil yang baik.

3 - Percaya pada anak Anda dan biarkan dia tahu bahwa anda mempercayainya..! 
      Jangan menekan dia, Biarkan dia tahu bahwa Anda percaya pada kemampuannya untuk (sesekali) melakukan hal yang besar.
4 - Selalu menghindari terlalu banyak kritik yang menekan ketika dia melakukan hal yang salah. Lakukan dengan Lembut dan selalu mengkritik dengan memberikan contoh yang benar.

5 - Tampilkan minat anda pada anak. Perilaku mereka mungkin akan membosankan untuk Anda, dan Anda mungkin tidak memahami mereka. Tapi jadikan mereka merasa selalu diperhatikan.
6 - Terima keluhan anak Anda tentang ketakutan dan ketidakamanannya terhadap sesuatu, posisikan diri anda dalam posisinya, coba berikan masukan untuk merubah ketakutannya.

7 - Banyak istilah mengatakan bahwa tertawa adalah obat terbaik. Itulah mengapa Anda harus selalu tertawa dengan anak Anda. tertawa sehat adalah cara yang mengagumkan untuk menjalin ikatan erat.

Ingat, mempunyai seorang anak dengan kepercayaan diri yang tinggi adalah satu dari sekian banyak kebahagiaan yang mungkin setiap orang tua mendambakannya, yang menjadikan seorang anak lebih memiliki keyakinan. dan Keyakinan dari diri anda adalah gaya pengasuhan indah untuk diterapkan kepada si kecil. 




Selasa, 09 Agustus 2011

Anak Laki-Laki Belajar Bersikap dari Ayahnya http://angelscyber.blogspot.com

Bagaimana seorang laki-laki memperlakukan perempuan, hingga cara ia mengontrol emosinya, ayah memiliki peran di balik hal-hal tersebut. Anak laki-laki belajar bersikap dari ayahnya. Dengan demikian, pengasuhan ayah penting bagi pertumbuhan anak laki-laki, termasuk dalam pembentukan kepribadiannya.

"Seorang ibu bisa membantu anak laki-lakinya tumbuh menjadi pria dewasa sejati. Namun, ayah memiliki pengaruh besar karena bisa mencontohkan anak laki-laki bagaimana menjadi pria," ungkap Roland Warren, Presiden National Fatherhood Initiative, grup advokasi nirlaba Amerika.

* Mendampingi Anak
Tugas pendampingan anak terkesan mudah dan sederhana. Namun, jangan pernah menyepelekannya. Ayah yang selalu menyempatkan waktu untuk anak laki-lakinya akan memberikan pengalaman yang berarti bagi anak. Anak laki-laki mendapatkan kesan mendalam dan pengalaman berharga ketika ayahnya banyak menghabiskan waktu dengannya. Anak laki-laki menangkap pesan di balik sikap ini bahwa ayahnya mencintainya, menyukai kegiatannya, dan selalu ada di sampingnya. "Sikap seperti ini membuat anak merasa aman dan nyaman, dan menjadi pembelajaran dalam diri anak mengenai karakter ayah yang baik," kata Warren.

* Berikan Sentuhan Fisik
Studi menunjukkan bahwa permainan adu fisik yang dilakukan ayah dengan anak laki-lakinya berdampak positif. Anak laki-laki belajar cara mengontrol reaksi fisik dan mengatur emosi. Namun, ayah juga perlu memberikan sentuhan fisik seperti pelukan dan ciuman kepada anak laki-lakinya, sebagai bentuk penegasan atas rasa kasih sayang.

Seperti kata pepatah, like father like son, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. 
Anak laki-laki cenderung meniru perilaku ayahnya

Agar anak bersikap ramah, santun, berakhlak yang baik

Bagaimana ya caranya membuat anak-anak balita atau di atasnya bisa bersikap ramah, santun, berakhlak yang baik, padahal sudah berkali-kali juga di beritahu, diajarkan tapi selalu saja anak-anak bertingkah yang “menggemaskan hati”

Begitu biasa keluhan orangtua melihat tingkah laku putra-putrinya apalagi jika bertamu atau kedatangan tamu. putra-putrinya hampir selalu membikin malu.

Kira-kira apa sih ya sebabnya? dan bagaimana cara ampuh mengatasinya? Mungkin renungan berikut ini bisa kita terapkan untuk membentuk sopan santun pada putra-putri kita tercinta.

Suatu saat Seorang dokter yang bertugas di sebuah desa sedang berkeliling ke rumah warga lalu mampir di rumah seorang petani, ia terkesan oleh kepandaian dan sikap ramah dari anak si petani yang menyambut kedatangannya.

Usianya kira-kira 5th, sang dokter penasaran mengapa anak itu begitu ramah. Tak lama kemudian ia menemukan jawabannya, saat ibu anak itu tengah sibuk di dapur mencuci piring-piring dan perkakas dapur yang kotor, si anak datang kepadanya dengan membawa sebuah majalah:

“Bu, apa yang sedang dilakukan pria dalam foto ini?” tanyanya.

Sang dokter tersenyum kagum ketika melihat ibu anak itu segera mengeringkan tangannya, duduk di kursi, memangku anak itu dan menghabiskan waktu selama sepuluh menit untuk menerangkan serta menjawab berbagai pertanyaan buah hatinya.

Setelah anak itu beranjak pergi sang dokter menghampiri ibu itu dan berujar,”Kebanyakan ibu tidak mau diganggu saat ia sedang sibuk? Mengapa ibu tidak seperti itu?”

Dengan senyum si ibu menjawab,” Saya masih bisa mencuci piring dan perkakas kotor itu selama sisa hidup saya, tetapi pertanyaan-pertanyaan polos putra saya mungkin tidak akan terulang sepanjang hidup saya.”

JANGANLAH KITA SEBAGAI ORANGTUA MENJADI TERLALU SIBUK DENGAN ‎​ PEKERJAAN, HOBI, HEWAN KESAYANGAN DAN LAIN-LAIN SAMPAI-SAMPAI BEGITU SEDIKIT BAHKAN….TIDAK ADA WAKTU TERSISA UNTUK BERCENGKRAMA, BERBICARA, BERMAIN BERSAMA DENGAN ANAK.

Jika anak menghampiri kita dan ingin mengajak berbicara, sebaiknya “Hentikan” apapun yang sedang kita lakukan dan jadilah pendengar yang baik bagi dia. Sadarlah bahwa mungkin itu tidak akan pernah datang lagi. Kita tahu bahwa anak-anak kita sedang tumbuh besar saat mereka mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang semakin kritis dan kreatif :) . Jangan sia-siakan waktu yang tak pernah kembali…({})

Kamis, 17 Februari 2011

TV LG 21FU1RL Pearlblack

pengalaman service.
TV LG 21FU1RL Pearlblack gangguan pada gambar.

Gambar membesar mengecil sendiri mengikuti kuat cahaya terang gelap layar.
kecurigaan langsung menuju ke bagian regulator. setelah pemeriksaan yang lama terasa lelah dan sedikit prustasi, hasil pengecekan yang didapat nihil alias semua oke.
letakkan solder ambil gelas berisi kopi lalu nikmati ditambah rebahan sebentar.
perjalanan kemudian dilanjutkan ke bagian horizontal, hasilnya sama. lanjut lagi kedaerah sekitar flyback, semua dicek, ternyata ditemui sebuah capasitor 27n 600volt terlihat mengembung, langsung tak ganti tapi harus beli dulu dipasaran tempat biasa jual komponen elektronika tidak ada yang jual capasitor dengan nilai seperti itu. teringat pada LG service center, berangkat....., eh ditempat kelahirannya pun tidak ada stock katanya sudah lama gak diproduksi lagi.
terpaksa main akal akalan capasitor 22n (terserah voltase yang penting minimal 400volt) mau diparalel dengan capasitor lagi tapi kalau ada 5n jadi sama dengan 27n. cari sana sini tidak ketemu.
dari pada menanti yang tak ada, langsung dicobain aja capasitor 22n (seharusnya 27n) disolder.....
maknyusssss bekerja.... lumayan walau masih kelihatan agak zoom in-zoom out(kayak tv merek sharp) tapi sangat sedikit itupun kalau kita pelototi bener, kalau mata biasa ngak ngaruh

Selasa, 15 Februari 2011

Muhammad Fairuz Herlambang

M Fairuz Herlambang, dia anak pertamaku. lahir di Palembang, 29 Agustus 2007 buah cintaku dengan seorang wanita bernama Yati Cipta Lestari kelahiran Tangerang, besar di Palembang menuntut ilmu terakhir di Universitas Sriwijaya dan kini telan mengabdi di sebuah sekolah negeri di daerah kira-kira 4 jam dari palembang. Faiz / Fairuz begitulah panggilan anakku ini. usianya kini 3 tahunan.