Jumat, 26 Oktober 2012

Muhammad Hatta

Iseng, Raih Juara Foto Internasional PALEMBANG - Fotografer Sumatera Ekspres, Muhammad Hatta, berhasil meraih gelar juara pertama pada lomba foto internasional bertajuk The Capture the Spirit of  Ramadan, International Photography Competition™. Kompetisi ini dilakukan sepanjang bulan Ramadan, Juli-Agustus lalu. Penyelenggaranya Studio Basel for Creative Solutions, berkedudukan di New York, Amerika Serikat.
Dalam kompetisi ini, Hatta berhasil menyisihkan sekitar 1.200 foto yang berasal dari lebih 50 negara di seluruh dunia.  Foto Alquran raksasa yang terbuat dari kayu dengan tulisan yang diukir yang dilengkapi model seorang lelaki yang sedang membaca kitab suci umat Islam tersebut, berhasil mengantarkan putra dari Abdul Roni dan Sulamiah ini meraih prestasi tertinggi dalam kompetisi tersebut.
Jebolan D3 Ekonomi Universitas Sriwijaya ini mengaku hanya kebetulan mengikuti kompetisi tersebut. “Awalnya saya cuma iseng. Saat itu ketika bulan Ramadan, teman sesama jurnalis Rizki Nurmizan sedang main facebook, dan tiba-tiba Rizky memberitahu saya ada perlombaan ini. Lantas saya kirim beberapa foto. Alhamdulillah foto Alquran raksasa yang menang,” ujarnya.
Pria yang lahir 10 Mei 1984 ini menyatakan sangat bersyukur dengan hasil tersebut. “Foto itu hasil jepretan saya di Pesantren Al-Ihsania Gandus, milik Pak Syofwatillah. Saya memilih foto itu karena momennya sangat pas, unik dan sesuai dengan tema yang dilombakan. Kualitas foto itu juga saya rasa sangat bagus,” katanya.
Pria yang memiliki hobi outdoor activity ini tak menyangka bisa meraih gelar tersebut. “Saya terkejut bisa dapat juara 1. Awalnya, tujuan saya agar bisa masuk 100 besar saja. Selain itu saingan saya berasal dari negara-negara luar dan saya lihat kualitas foto mereka juga sangat bagus-bagus,” tuturnya.
Dalam kompetisi ini, Samer Hilmy asal Mesir berhasil meraih juara kedua dan Imane Tirich asal Maroko menyusul di posisi ketiga. Juara pertama kompetisi ini sendiri meraih hadiah sebesar US$2.000. Sedangkan posisi kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan US$1.000 dan US$500.
“Saya bingung uang hasil kompetisi ini mau digunakan untuk apa. Mungkin hadiahnya nanti saya akan gunakan untuk modal menikah saja, haha,” tutur anak pertama dari tiga bersaudara ini sembari bercanda.   
Pria bertinggi badan 167 cm ini berharap, ke depan  dapat terus meningkatkan skill fotografinya. “Saya ingin mengikuti perlombaan yang lebih tinggi lagi kastanya dan bisa kembali meraih gelar juara, saya mohon dukungan dari semua,” ucapnya. (cj18/ce1)

Sumber: http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1743:iseng-raih-juara-foto-internasional&catid=80:slide-news&Itemid=86

Kamis, 04 Oktober 2012

Belajar Investasi Emas

Anda belum tahu cara investasi di emas, dalam artikel ini akan dibahas mengenai investasi dalam emas. Mari kita mulai… Investasi di Emas bisa dalam beberapa jenis atau media emas seperti emas batangan, koin emas, tabungan emas, sertifikat emas, reksadana dengan underlying perusahaan pertambangan emas, maupun sampai dengan membeli kontrak berjangka komoditi emas.
Dan memang, banyak orang saat ini merasa bila tidak pegang emas secara fisik maka belum mantap, dan dalam artikel ini akan coba diulas mengenai investasi dalam emas batangan, koin emas, dll dan memiliki bentuk fisiknya.
 Belajar Investasi Emas
Kelebihan Investasi Emas
Nilai emas cenderung stabil dari tahun ke tahun dan dianggap tidak terpengaruh oleh inflasi / zero inflation effect, dan sangat jarang harga emas turun, dan emas juga bisa digunakan untuk koleksi dan sebagai perhiasan.
Investasi dalam Emas bagus juga sebagai cara untk mendiversifikasi harta. Anda bisa saja berinvestasi di saham, reksadana, properti, obligasi ORI atau yang lainnya dan investasi di emas bisa menjadi alternatif yang bagus, terlebih dalam kondisi tidak stabil, emas bisa sebagai alat untuk lindung nilai. Harga emas cenderung stabil juga dikarenakan komoditi emas di dunia tidak bisa bertambah.
Salah satu keuntungan lainnya adalah harga emas juga dipatok dalam US dollar, jadi bila terjadi peningkatan nilai US dollar, Anda bisa memperoleh dua keuntungan langsung yaitu dari kenaikan dollar dan juga kenaikan dari harga emas itu sendiri. Tapi kondisinya pun bisa sama, bila harga emas sedang turun. Tapi untuk jangka panjang harga emas cenderung stabil dan naik.
Bila dibandingkan dengan berinvestasi langsung di mata uang USD, emas lebih menguntungkan. Di Indonesia, money changer relatif rewel. Mereka menghargai murah mata uang keluaran lama atau mata uang yang terlipat. Belum lagi ada risiko nomer seri palsu. Akibatnya, menyimpan mata uang USD harus selalu diperbarui. Berbeda dengan emas yang bisa dibeli dan didiamkan saja beberapa lama.
Kekurangan Investasi Emas
Kekurangan investasi dalam emas adalah pada faktor penyimpanan / storage dan perawatan / handling. Menyimpan emas dalam jumlah banyak relatif beresiko dan mahal.  Selain itu, apabila penyimpanan kurang baik, walau dibungkus protective cover, memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khususnya emas dalam bentuk koin, kalau jatuh, penyok, atau cuil, sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga. Dalam investasi emas, Anda cenderung harus lebih hati-hati dan memperhatikan dalam hal perawatan dan penyimpanan.
Salah satu kekurangan lain adalah return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Juga, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi emas hanya dalam jangka pendek (1 tahun atau kurang). Jadi, berdasar kelebihan dan kekurangan tersebut, menurut saya emas cenderung lebih tepat untuk lindung nilai /hedging dari pada investasi.

sumber : http://harga-emas.com/belajar-investasi-emas/