Minggu, 27 Januari 2013

Habibie & Ainun

Film Habibie & Ainun mengangkat kisah nyata tentang cinta pertama dan terakhir dari Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie dan mendiang istrinya (Alm.) Hasri Ainun Habibie. Film bergenre drama romantis ini diberi judul berdasarkan buku tulisan Habibie sendiri yag berjudul 'Habibie & Ainun'. Baca sinopsis Habibie & Ainun di bawah.

Proses syuting dilakukan mulai Juli 2012 dan rencananya akan tayang pada Desember 2012. Film ini menobatkan Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari berperan sebagai Habibie dan Ainun dibawah arahan sutradara Faozan Rizal.

"Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu."


Review
Judul : Habibie & Ainun
Pemeran : Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari, Ratna Riantiarno, Hengky Sulaiman, Bayu Oktara
Sutradara : Faozan Rizal
Genre : Drama
Produser : Dhamoo Punjabi, Manoj Punjabi
Produksi : MD PICTURES

Sinopsis Habibie & Ainun
Habibie & Ainun
Rudy Habibie adalah seorang yang jenius, ia ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Semantara Ainun adalah seorang wanita muda yang cerdas dengan jalur karir terbuka lebar untuknya sebagai seorang dokter.

Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka pun akhirnya menikah dan terbang ke Jerman.

Memiliki mimpi bukanlah perkara yang selalu mudah, Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka berdua terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kekuasaan saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.

Bagi Habibie, sosok Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Sama halnya dengan Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?

Saksikan kisah nyata perjalanan cinta Habibie dan Ainun segera di bioskop-bioskop kesayangan anda.

Kisah yang sangat indah, kisah dimana 2 (dua) sepasang anak manusia yang telah dipertemukan di muka bumi ini. Memaknai arti hidup, perjuangan, kerja keras, dan kesabaran 2 (dua) sosok manusia yang dipertautkan oleh perasaan yang abadi dalam bingkai kebersamaan.

Sering kita bertanya dalam hidup ini, apakah Cinta itu?

Berbagai macam penafsiran pun bermunculan, baik dari seorang seniman, kritikus, sastrawan, bahkan hingga pelajar sekolah dasar yang notabene “anak ingusan”. Cinta seakan konsumsi bagi semua golongan, tergantung relatifitas sang penafsir memaknai dan menjelaskan tentang substansi daripada Cinta itu sendiri.

Untuk tulisan kali ini lebih kepada substansi Cinta dari 2 (dua) anak manusia yang mengikatkan dirinya pada sebuah perjanjian suci akan nilai dari sebuah ikatan Cinta. Seorang Teknokrat ahli dalam bidang pesawat terbang (Habibie) dan seorang Dokter ahli dalam penyakit anak (Ainun) yang menjelaskan kepada kita tentang kisah Cinta suci, abadi dan tak lekang oleh zaman.

Cerita berawal ketika Habibie balik dari Jerman ke Indonesia, yang pada kesempatan itu juga Fanny (adik Habibie) mengajaknya kerumah teman lamanya semasa sekolah dahulu, yakni ke rumah Ainun. Sebenarnya hal itu mengingatkan Habibie ketika sekolah dulu, dimana Habibie pernah menghampiri Ainun saat bersama teman-temannya yang sedang sarapan dan mengatakan kepada Ainun bahwa “Mengapa kamu begitu hitam dan gemuk?”. Seketika itu pula Ainun merasa kaget, namun Ainun dan teman-temannya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala saja. Awal kunjungan itu mempertemukan 2 (dua) sepasang mata yang saling menatap satu sama lain dan sebuah senyuman dari Ainun yang tidak akan pernah dilupakan oleh Habibie, dan pertemuan ini merupakan pertemuan yang pertama sejak mereka lulus di bangku sekolah dahulu.

Singkat cerita, akhirnya 2 (dua) anak manusia ini sering bertemu hingga keduanya memberanikan diri untuk maju dan mengikrarkan Cinta suci mereka. Kedua Keluarga Habibie dan Ainun larut dalam suka cita yang begitu dalam, hingga kedua Keluarga tersebut mesti mulai belajar meretas kerinduan dengan melepaskan kedua pasangan ini ke Jerman. Ainun sendiri mesti mengorbankan pekerjaan medis yang selama ini digelutinya di RS UI dan ikut menemani Habibie untuk merajut mimpi dan cita bersama bagi keluarga kecilnya dan untuk Bangsa dan Negaranya kelak. Satu hal yang tak pernah disesali Ainun ketika itu, karena baginya kewajiban istri mengurusi segala keperluan suaminya.

Di awal pertama kehidupan Habibie dan Ainun di Jerman sangat serba berkecukupan, terkadang Habibie mesti lembur hingga larut malam untuk menambah penghasilannya. Ainun pun mulai belajar berhemat dan sesekali membuat baju ganti bagi suami dan dirinya sendiri untuk mengurangi beban hidup. Terkadang pula Habibie mesti berjalan kaki ketimbang naik bus untuk menghemat biaya transportasi, dan itu dilakukannya bukan hanya sekali dua kali, terkadang berjalan di tengah timbunan salju yang menutupi jalan hingga sepatu yang digunakannya kerapkali robek dan diperbaiki oleh Ainun.

Habibie yang sering pulang larut malam dikarenakan mesti lembur untuk mencukupi penghasilan rumah tangganya (terutama untuk biaya asuransi Ainun di Jerman). Hal itu tidaklah membuat Habibie letih dan berkeluh kesah apalagi menyerah akan cobaan yang dihadapinya, ia malah tambah bersemangat ketika Habibie pulang kerumah dan disambut sebuah senyuman oleh Ainun, bagi Habibie sendiri senyuman itulah yang terkadang membuatnya tenang, tegar, dan damai dalam mengahadapi hidup ini. Ditambah lagi Ainun tak pernah sedikitpun merasa curiga terhadap suaminya, karena komunikasi dan kepercayaan memang mereka bangun dari awal serta keterbukaan dalam mengambil sebuah pilihan.

Seiring berjalannya waktu, kehidupan mereka mulai membaik. Habibie dan Ainun dikaruniai 2 (dua) orang putra bernama Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Prestasi Habibie mulai diperhitungkan di dunia penerbangan khususnya di Jerman, hingga akhirnya tersiar ke penjuru bumi ini. Banyak negara mulai mengajukan tawaran kerjasama untuk menggunakan ide dan konsepnya, tak terkecuali Indonesia pada saat itu dipimpin oleh Soeharto menginginkan Habibie segera pulang kampung dan memperbaiki negaranya. Melalui Direktur PT. Pertamina DR. Ibnu Sutowo, Habibie diajak untuk kembali dan memberikan sebuah karya bagi Bangsanya. Hingga pada tahun 1974 Habibie kembali dari rantauannya di Jerman, dan menepati janjinya kepada Presiden Soeharto untuk kembali dan berkarya bagi Bangsa dan Negaranya. Pada tahun 1995 Habibie dan para teknokrat muda yang ikut membantu Habibie pada waktu itu berhasil menghadirkan teknologi canggih pesawat terbang di ulang tahun ke-50 HUT Republik Indonesia dengan nama N250-Gatotkaca.

Ditahun 2010, 12 tahun pasca reformasi dan lengsernya Presiden Soeharto kala itu dan digantikan oleh wakilnya yakni Habibie sendiri. Tak lama berselang Habibie pun juga mesti beranjak dari kursi kekuasaannya dan digantikan oleh Gusdur.

Masa-masa kebersamaan Habibie dan Ainun semakin lekat, namun pada akhirnya mesti dipisahkan oleh sebuah ketetapan alam. Hingga akhirnya tepat pada pukul 17.30 waktu Muenchen tanggal 22 Mei 2010, hari itu menandai 48 tahun 10 hari waktu yang telah mereka lalui bersama dengan suka cita bersama. Setelah melewati proses penyembuhan dan operasi yang terus berulang selama tahun 2010, roh Ainun akhirnya dipanggil oleh Sang Pencipta dan berpulang ke Rahmatullah serta meninggalkan jasadnya dipelukan dan kucuran air mata yang tak tertahankan dari pasangan hidupnya. Sang teknokrat itupun merasa kehilangan separuh jiwanya, yang meninggalkan dirinya ke tempat dimensi yang lain. Bagi Habibie cintanya kepada Ainun adalah Manunggal, dipatri oleh cinta yang murni, suci, sempurna dan abadi.

… kami berdua suami-isteri dapat menghayati pikiran dan perasaan

masing-masing tanpa bicara. Malah antara kami berdua terbentuk

komunikasi tanpa bicara, semacam telepati…

… saya bahagia malam-malam hari berdua di kamar: dia sibuk diantara

Kertas-kertasnya yang berserakan di tempat tidur, saya menjahit, membaca

Atau berbuat yang lainnya. Saya terharu melihat ia pun banyak membantu

Tanpa diminta: mencuci piring, mencuci popok bayi yang ada isinya…

(Hasri Ainun Habibie)

… terimakasih Allah, Engkau telah menjadikan Ainun dan Saya

Manunggal Jiwa, Roh, Bathin, dan Hati Nurani kami melekat pada Diri Kami

Sepanjang masa dimanapun Kami berada…

(Doa B.J. Habibie)

Dari kisah inilah kita mampu memetik sebuah hikmah akan makna hidup dan perjalanan Cinta yang seutuhnya yang dilalui oleh Habibie dan Ainun, kita betul-betul dibuat terlena oleh bahasa yang sangat sederhana dari Pak Habibie. Bagaimana mereka berdua mengajarkan kita arti kebersamaan, kerja keras, kesabaran dan pengabdian. Oleh karenanya, bagi para pemuda yang cepat rapuh atau galau istilahnya dewasa ini, patut untuk membaca kisah lengkapnya. Biar kawan-kawan semuanya tercerahkan akan arti Cinta yang sesungguhnya, silahkan baca di Buku Habibie & Ainun

Disadur dari Buku Habibie & Ainun.

SILAHKAN DOWNLOAD LANGSUNG DI SITUS RESMINYA DOWNLOAD 

Sumber:http://kumendan.blogspot.com/2012/12/download-film-habibie-dan-ainun.html

Sabtu, 19 Januari 2013

Pengertian Lapisan Ozon, Bahan Perusak Ozon & Dampaknya Bagi Kesehatan

" Harapan kedepan dari upaya tersebut adalah menjadikan Hidrokarbon salah satu alternative pengganti BPO, yang tidak memiliki potensi merusak ozon dan rendah potensi pemanasan globalnya. Pertamina pada saat ini sedang mengembangkan produk Hidrokarbon sebagai pengganti CFC dan HCFC sebagai bahan pendingin di AC maupun refrigerasi."



Pengertian lapisan Ozon.
 Apakah itu Ozon? Ozon adalah gas yang secara alami terdapat di atmosfir, unsur kimia yang terkandung dalam partikel ozon adalah tiga buah oksigen (O3).  Sedangkan keberadaan ozon sendiri di alam terdapat di dua wilayah atmosfer. Ozon di troposfer (sekitar 10 s/d 16 km dr permukaan bumi ) sayangnya kandungan pada lapisan ini hanya 10%. Sedangkan selebihnya berada di lapisan stratosfir (50km dr puncak troposfer) disini kandungan ozon mencapai 90%. Maka seringkali disebut lapisan ozon, karena memiliki kandungan 03 (ozon) yang paling banyak.
Pertanyaannya kemudian bagaimana jika lapisan ozon menipis?,   “ Menipisnya lapisan ozon menyebabkan meningkatnya radiasi ultraviolet matahari terutama UV-B yang mampu mencapai permukaan bumi”. Dari data dan pengamatan kondisi ozon di atmosfir  kondisi dari bulan Oktober 1980 sampai dengan Oktober 1991 kondisi  lubang pada lapisan ozon makin memprihatinkan dan makin membesar, hampir sebesar benua Australia. Kondisi  terbaru memang sudah lebih baik menurut data per – 9 September 2011 minimum 164 DU terletak di lokasi 76 derajat selatandan 108 derajat sebelah barat dengan luas sekitar 18.12 million km2 dan kehilangan partikel ozon sebesar 8.14 megatron. Dari foto satelit lubang ozon di kutub utara masih terlihat terjadi penipisan. penipisan itu berada di sekitar Rusia dan Skandinivia, selain yang juga terlihat di Australia.

Banyaknya Bahan Perusak Ozon (BPO) Disekeliling Kita
Bahan Perusak Ozon masuk ke Indonesia melalui impor, karena bahan ini diperlukan oleh industri baik untuk manufaktur AC/Refrigerasi dan Industri Busa, maupun untuk kegiatan servis produk (barang) yang menggunakan BPO. Umumnya penggunaan CFC dan HCFC sebagian untuk membantu daya semprot pada peralatan kosmetik (cth. hairspray), semprot nyamuk, peralatan pemeliharaan otomotif, pembersih rumah, cat semprot dan alat kesehatan.
Selain itu CFC dan HCFC dipergunakan untuk membuat busa pelapis insulasi panas yang digunakan untuk menahan panas  agar tidak masuk kedalam lemari pendingin dan mencegah dingin tidak keluar dari peralatan pendingin. Penggunaan CFC dan HCFC pada pembuatan busa sol sepatu, tempat tidur, jok kursi dan stereoform pada wadah makanan. SElain CFC dan HCFC, dikenal pula istilah halon, penggunaan halon untuk bahan pemadam kebakaran dan masih banyak seperti dibawah ini;
Penggunaan BPO CFC dan HCFC sebagai bahan pendingin padaAC, Penggunaan BPO CFC dan HCFC sebagai bahan pendingin untuk Refrigerasi.
Penggunaan CFC-11 sebagai bahan pengembang tembakau pada rokok rendah tar.
Penggunaan BPO : CFC, HCFC, CTC dan  TCA untuk bahan pelarut digunakan sebagai bahan untuk membantu  membersihkan peralatan. Fumigasi Hama : Metil Bromida dan Penggunaan BPO Methil Bromida untuk fumigasi hama
Permasalahan selain merusak lapisan ozon, BPO yang terlepas ke atmosfir memberikan kontribusi terhadap pemanasan global dengan adanya emisi CO2. Semakin banyaknya peralatan yang menggunakan BPO semakin besar tantangan untuk mencegah terjadinya emisi yang merusak lapisan ozon dan menyebabkan pemanasan global. Oleh sebab itu penangan barang-barang bekas yang memiliki BPO dalam sistemnya menjadi penting diperhatikan.
Upaya Pencegahan.
Di Indonesia halon yang bekas pakai dapat ditampung di Halon Bank yang terdapat di Garuda Maintenance Facilities. Pada fasilitas ini Halon dapat dikumpulkan dan dimurnikan sehingga dapat dipergunakan kembali untuk penggunaan kritis.
Upaya Pengaturan: Internasional dan Nasional.
Sebenarnya upaya sudah dilakukan oleh masyarakat Internasional misalnya dengan adanya Konvensi Wina  (Vienna Convention– 1985) yang membahas lebih rinci mengenai perlindungan lapisan ozon. Pertemuan ini sudah sampai pada pertemuan yang ke 9 atau yang dikenal dengan COP-9. Sedangkan Protokol Montreal  1987 yang membahas langkah-langkah untuk membatasi produksi dan konsumsi bahan-bahan kimia perusak lapisan ozon. Sudah sering kali dilakukan, sampai tahun ini MOP  sudah yang ke 23 kali pertemuannya dilakukan.
Pemerintah Indonesia sudah berupaya menjalankan tugas dan kewajibannya melaksanakan penghapusan BPO secara bertahap melalui pengurangan impor BPO secara bertahap, Alih teknologi untuk menghentikan penggunaan BPO. Mengelola BPO yang beredar di Indonesia. Mencegah terlepasnya emisi BPO terlepas ke atmosfir. Meningkatkan kesadaran dan peran serta seluruh pemangku kepentingan.
Keberhasilan Indonesia 
Dari upaya itulah, sukses menghentikan konsumsi BPO jenis : Chlorofluorocarbon  (CFC), Metil Bromida , Halon, Carbon Tetra Chloride (CTC) dan methylchloroform (TCA) semenjak Desember 2007 melalui; Penetapan regulasi dan kebijakan nasional, Melakukan pengawasan impor BPO, Kerjasama antar instansi pemerintah, dunia usaha dan Perguruan Tinggi dan  Melakukan sosialisasi dan upaya peningkatan kapasitas semua pihak.
Hasilnya  8,989 Metrik Ton  CFC telah di phase-out pada akhir 2007, dua tahun lebih awal dari pada target Protokol Montreal. Selain itu  Indonesia telah sukses menghentikan impor BPO seperti Halon, CTC, TCA, Metil Bromida untuk aplikasi fumigasi pergudangan dan semua jenis CFC semenjak Desember 2007.
Beberapa kebijakan dikeluarkan antara lain;  Hanya BPO  jenis HCFC yang masih dapat diimpor dan dalam waktu dekat akan segera diatur importasi dan penggunaannya.
Keberhasilan mem-phase-out sebanyak 8,989 Metrik Ton CFC  pada tahun 2007, Indonesia dinilai berhasil karena telah menghapuskan konsumsi CFC lebih cepat dua tahun dari pada target Protokol Montreal.
Keberhasilan Indonesia  diatas  tidak sampai disitu saja, beberapa rencana Kedepan terus digagas. Antara lain; Implementasi HPMP 2011 – 2018. Rencana Kedepan adalah melaksanakan HCFC Phase-out Management Plan (HPMP) atau Penghapusan konsumsi HCFC.
Untuk mencapai target pemerintah Indonesia menghapus konsumsi HCFC secara bertahap pada Freeze, pada baseline levelpada tahun 2013 dengan kriteria baseline : Rata-rata konsumsi 2009 dan 2010. Selanjutnya; 10 % pengurangan impor tahun 2015, 35% pengurangan impor tahun 2020, 67.5 % pengurangan impor tahun 2025, 97.5 % pengurangan impor tahun 2030.
Upaya penghapusan HCFC ini akan diimplementasikan secara bertahap mulai dari tahun 2013 sebagai masa pembekuan konsumsi, yaitu kembali kepada angka baseline rata-rata konsumsi tahun 2009 dengan 2010; kemudian pengurangan konsumsi HCFC sebesar 10% dari baseline pada tahun  2015, pengurangan konsumsi sebesar 35% konsumsi pada tahun 2020, pengurangan sebesar 67.5% pada tahun 2025 dan pengurangan sebesar 97.5% pada tahun 2030.
Langkah-langkah yang akan dilakukan. 
Langkah-langkah dalam menjalankan program HCFC Phase-out Management Plan (HPMP)  Periode Tahun 2011 -2013 dengan cara;  Sosialisasi  ke pemangku kepentingan pusat dan daerah, Penurunan/pencegahan pertumbuhan konsumsi HCFC, Pembuatan peraturan kendali import HCFC,   Pembuatan peraturan  penggunaan HCFC di sektor manufaktur, Pembuatan peraturan import produk yang mengandung HCFC, Pengembangan sistem dan mekanisme pemberian bantuan Incremental Capital Cost, Incremental perational Cost, dan Technical Assistances; monitoring, audit dan evaluasi pemberian bantuan pada manufaktur.
Sedangkan untuk periode Tahun 2015 – 2018 dilakukan Implementasi  investasi untuk Incremental Capital Cost, Incremental Operation Cost, dan Technical  Assistances. Implementasi  monitoring, audit  dan evaluasi dan Penyusunan proposal HPMP  tahap 2: 2018 – 2025 (2030)
Tuan rumah COP 9 dan MOP 23
Pemerintah Indonesia menjadi Tuan Rumah Pertemuan Negara Pihak – 9th Conference of the Parties to Vienna Convention for the Protection of Ozone Layer dan 23rd Meeting of the Parties to the Montreal Protocol on Substances that Deplete the Ozone Layer yang diselenggarakan di Bali, tanggal 21-25 November 2011 dengan tempat : Bali Nusa Dua Convention Center.
Agenda yang akan dibahas antara lain,  Preparatory segment : 21 – 23 November 2011 – 9th COP dan 23rd MOP. High-level segment : 24 -25 November 2011 – Adoption of Decisions for 9th COP dan 23rd MOP dengan isu; “ Sustained mitigation of ODS emissions from feedstock and process agent uses”,   “Environmentally sound disposal of ODS”,  “ Treatment of ODS used to service ships” ,  “ Use of Methyl Bromide” ,  “Proposed amendments to the Montreal Protocol” – terkait dengan HFC yang akan digunakan  sebagai pengganti BPO namun berpotensi tinggi untuk pemanasan global, “Phase out of HCFC-23 by-product emissions. “
Hidrokarbon – alternatif pengganti BPO
Harapan kedepan dari upaya tersebut adalah menjadikan Hidrokarbon salah satu alternative pengganti BPO, yang tidak memiliki potensi merusak ozon dan rendah potensi pemanasan globalnya. Pertamina pada saat ini sedang mengembangkan produk Hidrokarbon sebagai pengganti CFC dan HCFC sebagai bahan pendingin di AC maupun refrigerasi.
Peran Masyarakat (konsumen)
Semua usaha pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat, oleh sebab itu pemerintah menghimbau untuk tidak Membeli produk-produk yang mengandung BPO. Melakukan pemeliharan AC rumah tangga, lemari pendingin pada bengkel service yang telah tersertifikas. Mensosialisasikan dampak lingkungan akibat pelepasan BPO ke atmosfer secara langsung. Melakukan pengawasan secara langsung terhadap distribusi dan penggunaan BPO di masyarakat.
Dampak Pada Kesehatan
Nusa dua, 24 November  2011. Pada even diskusi dengan tema ozon dan kesehatan, Laksmi  Duarsa pakar kesehatan mengungkapkan dampak penipisan ozon akibat peri laku manusia yang mengakibatkan berbagai dampak kesehatan bagi manusia. WHO pada tahun 2007 sendiri mengumumkan  90% kanker kulit karena sinar matahari.
Sebelumnya Laksmi menjelaskan dampak positif dari sinar ultraviolet  antara lain sebagai penghangat, Pembentukan vitamin D untuk tulang, Membasmi & membunuh bakteri, Energi bagi tumbuhan, Menghilangkan depresi, oleh sebab itu disarankan untuk “sering” berjemur secara sehat di pagi hari selama 30 menit. Untuk mendapatkan vitamin D dan agar tak gampang terserang osteoporosis. Itupun disarankan hanya pada muka dan tanggan saja dan hanya dilakukan di pagi hari.
Diatas dijelaskan dampak positif dari sinar Ultraviolet bagi tubuh. Permasalahanya jika lapisan menyaring yaitu O3 (Ozon) tidak dalam kondisi baik hal itu perlu diwaspadai, Terutama Ultraviolet B yang nenembus lapisan kulit dan dapat penyebab kanker dan kerusakan mata secara permanen.
Nah inilah dampak negative dari sinar ultraviolet bagi tubuh yaitu; Katarak, penurunan imunitas tubuh sehingga mudah terserang penyakit, dan Kanker kulit.  Misalnya saja di Punta Arenas, Chili terjadi peningkatan kasus kanker kulit sebesar 66% selama 1994 – 2004, di Australia 1000 kasus per 100.000 orang/thn KSB dan KSS (Georgouras dkk. Aust J Dermatol 1997;38(Suppl):S79-S82), Sinar ultraviolet juga dapat menyebabkan, Kelainan retina ‘Age macular degeneration’ dan penuaan dini.
Cara Pencegahan langsung dampak Sinar Ultraviolet 
Dibawah ini beberapa tips mencegar paparan langsung dari dampak negatif sinar Ultraviolet. Menghindari berjemur dibawah sinar matahari yang terik  pada jam 10 – 16 sore. Waspadai SUNBURN respon inflamasi kulit normal yang bersifat akut, lambat dan sementara setelah terjadinya  paparan oleh sinar UV. Ditandai dgn eritema pd kulit, jika berat dapat terbentuk vesikel, bula, terjadi edema & nyeri. Menggunakan baju yg mampu menangkal sinar UV (Bahan pakaian terdiri dari SPF 15 – 50 (Georgouras dkk. Aust J Dermatol1997;38(Suppl):S79-S82 yang aman bagi tubuh). Penggunaan Tabir Surya Topikal terbukti mampu menjadi induksi solar keratosis & KSS. Serta gunakan kacamata, topi dan payung pada puncak sinar matahari yaitu pada pukul 10.00 s/d 16.00. (ry)